Tips Flash disk
Usb flash disk merupakan salah satu part komputer yang saat ini sedang booming dan naik pamor di seluruh dunia. Bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana sangat cocok untuk dijadikan alat untuk tukar-menukar atau pindah-menindahkan file dari satu tempat ke tempat yang lain dengan mudah. Kapasitas penyimpanan yang besar serta harganya yang kian hari kian terjangkau oleh kantong sebagian besar rakyat di Indonesia membuat angka penjualan produk yang satu ini meningkat dari waktu ke waktu.
Dibalik kemudahannya ternyata usb flash drive mengandung suatu kelemahan yang harus kita ketahui. Usb flash adalah produk yang sensitif dan mudah rusak apabila kita tidak berhati-hati dan tidak mengetahui cara pengoperasian yang benar.
Untuk mengaktifkan/menyalakan usb flash disk kita hanya tinggal mencolok flash disk ke port usb yang ada di belakang, depan, ataupun pada sambungan kabel dan hub di komputer kita. Apabila anda tidak menemukan port atau colokan yang sesuai dengan usb flash disk anda, maka kemungkinan besar anda harus menambahkan port usb dengan jalan membeli atau meminjam kepada orang lain. Setelah usb flash berhasil dimasukkan maka sistem operasi akan secara otomatis mendeteksi dan menambahkan flash drive ke dalam komputer. Jika anda masih menggunakan windows 98 maka anda harus menginstall driver usb port di komputer anda. Anda bisa mendapatkan driver tersebut dengan cara mencari cd instalasi yang biasanya diberikan bersamaan dengan flash disk yang kita terima, ataupun mendownloadnya dari situs produk flash yang kita beli. Jika anda menggunakan windows 95 ke bawah, maka sebaiknya anda menginstall ulang windows anda ke windows yang lebih baru.
Untuk mencabut flash disk diperlukan cara khusus dan kehati-hatian, karena apabila usb flash disk anda cabut saat melakukan transfer data dapat mengkibatkan kerusakan fatal pada usb flash sehingga tidak dapat digunakan ataupun diperbaiki lagi. Memperbaikinya pun sulit, karena belum banyak ahlinya dan akan banyak yang merekomendasikan anda untuk membeli yang baru.
Jika kita telah selesai menggunakan usb flash disk maka kita sebaiknya tidak langsung mencabutnya, tetapi kita mematikan fungsinya terlebih dahulu. Yang pertama anda harus lakukan adalah mencari icon yang apabila kita point dengan mouse akan muncul tulisan “safely remove hardware” yang terletak di bagian pojok kanan bawah layar monitor anda (windows), kamudian klik kanan pada icon tersebut dan pilih “safely remove hardware” pada pilihan yang mencuat atau muncul. Lalu setelah itu pilih stop dan diikuti dengan memilih ok. Tunggu beberapa saat sampai daftar hardware menjadi kosong dan timbul tanda yang menyatakan bahwa hardware (usb flash disk) sudah boleh dicabut dengan aman, karena hardware sudah dimatikan atau dinonaktifkan. Kemudian pilih close dan yang terakhir adalah mencabut usb flash disk anda dan simpat di tempat yang aman.
Semoga flash disk anda awet dan apabila ada kerusakan sebelum masa garansi habis segera hubungi toko tempat anda membeli flash tersebut untuk klaim garansi. Biasanya jika garansi belum habis, flash disk anda akan diganti dengan yang baru. Selamat mencoba.
Jumat, 14 Maret 2008
Tips Agar Flash disk Awet
Diposting oleh darmawan di 12.49 0 komentar
Deep Freeze
Komputer anda terkena virus? program terhapus secara tidak sengaja? komputer mendadak hang setelah anda install sesuatu? Kalau anda memakai Deep Freeze, hal ini akan bisa cegah...
Untuk memakai Deep Freeze sebaiknya komputer anda dibagi menjadi setidaknya 2 partisi yaitu partisi "master" untuk instalasi sistem OS komputer seperti Windows, yang kedua partisi "secondary" untuk data, installer maupun backup. Ada beberapa orang yang memakai software ini membagi partisinya hingga 3 sampai 4 untuk data/installer/backup. Saya sarankan kalau komputer anda mempunyai memori besar dan harddisk yang aksesnya cepat (SATA setidaknya) baru boleh melakukannya karena sistem komputer akan menjadi lambat terutama ketika loading.
Yang anda pakai untuk Deep Freeze hanya partisi sistem anda saja atau partisi "master" karena partisi ini yang paling banyak diserang oleh virus atau mengalami masalah dengan OS ketika startup. Untuk partisi data sebaiknya tidak perlu dipasang Deep Freeze karena anda tidak ingin ketika komputer anda restart data anda hilang atau kembali ke posisi semula sebelum terjadi perubahan. Kalau komputer anda singel partition (hanya ada "C" saja tidak ada "D", dimana "D" bukan CD/DVD-ROM atau RW), sebaiknya anda jangan memakai software ini kecuali anda mau mengubahnya menjadi 2 partisi dengan menggunakan software seperti Partition Magic.
Satu hal yang penting lagi, untuk pengisian password, anda jangan sampai lupa password anda karena akan berakibat fatal bagi anda karena tidak dapat mengubah setting dari Deep Freeze dan bahkan tidak dapat meng-uninstallnya. Ada software yang bernama XDeepFreeze dapat mengatasi hal ini tapi software ini kadang-kadang dapat merusak sistem OS anda.
Deep Freeze sangat cocok untuk komputer yang biasanya fungsinya cuma untuk menjalankan software yang sifatnya rutin dan jarang terjadi perubahan, seperti:
1. Komputer yang ditaruh di tempat umum dan bisa diakses oleh beberapa orang seperti komputer di sekolah, perpustakaan, bank, dan kantor pemerintah atau layanan publik
2. Komputer yang digunakan untuk rental seperti warnet dan game center
3. Komputer kerja di kantor atau di rumah yang sering akses ke internet dan install program buat testing saja setelah itu di uninstall
4. Komputer yang sering kena virus, yang pemakainya tidak mau ambil pusing tiap kali install atau format Windows
5. Server komputer yang biasanya dipakai untuk akses online atau internet
Deep Freeze sendiri membagi produknya menjadi beberapa jenis. Untuk kategori client dan server dan masing-masing terbagi lagi menjadi Deep Freeze Standard dan Deep Freeze Enterprise. Kalau anda untuk pemakaian di komputer rumah, kantor maupun warnet saja, sudah cukup anda memakai Deep Freeze Standard untuk client saja.
Diposting oleh darmawan di 12.29 0 komentar
Tips Berinternet aman di warnet
Indonesia saat ini banyak sekali warung internet atau yang sering kita sebut dengan warnet. Warnet merupakan sarana mudah dan lumayan murah dalam mengakses informasi di internet. Dengan banyaknya jumlah warnet saat ini maka terjadi persaingan harga dan kualitas akses antar warnet sehingga para pengguna tinggal memilih warnet mana saja yang menurut mereka sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi keuangannya.
Dibalik kemudahan dan murahnya biaya akses dari warnet seringkali kita lupa dengan yang namanya faktor sekuriti atau keamanan dalam melakukan akses internet dari warnet. Ini mengingat bahwa warnet adalah tempat umum dan bisa digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Seringkali penulis mendengar banyak kasus misalnya password e-mail yang tiba-tiba berubah sendiri, data e-mail pada Yahoo! Mail Anda hilang, account FTP Anda hilang, disket yang Anda masukkan ke dalam PC warnet tiba-tiba terdapat virus dan lain sebagainya. Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata semuanya akibat kecerobohan atau kelalaian Anda ketika melakukan akses internet melalui warnet. Untuk itu mari kita sekarang perhatikan beberapa tips keamanan dalam ber-internet di warnet.
E-mail
Menurut pengamatan penulis seringkali aktivitas yang dilakukan pengunjung warnet adalah melakukan checking e-mail misalnya pada Yahoo! Mail, Hotmail dan lain-lain. Seringkali pengguna web mail ini lupa dalam melaksanakan prosedur log-out ketika selesai menggunakan web mail. Ini sama saja seperti di ATM Anda meninggalkan begitu saja ATM Anda di dalam mesinnya. Untuk itu jangan pernah sampai lupa untuk melakukan log-out pada account web mail Anda. Efek yang bisa terjadi jika Anda lupa adalah diubahnya password Anda oleh orang lain yang iseng, dibacanya e-mail pribadi Anda atau bahkan yang lebih berbahaya adalah orang yang jahil ini akan mengirimkan e-mail kepada orang yang Anda kenal dengan isi yang tidak Anda inginkan.
Jika Anda menggunakan program e-mail client seperti MS Outlook Express atau Eudora pada warnet maka jangan pernah lupa untuk menghapus kembali informasi-informasi e-mail Anda seperti alamat e-mail Anda, alamat SMTP & POP3 dan username/password Anda. Kosongkan semua setting pada aplikasi e-mail client tersebut.
Chat
Aktivitas lain yang sering dilakukan di warnet adalah chatting. Banyak kasus yang terjadi adalah Anda lupa melakukan disconnect atau log-out setelah selesai menggunakan program-program chatting seperti Yahoo! Messenger, MSN Messenger, ICQ dan lain sebagainya. Efek dari kelalaian ini maka orang lain bisa melihat profile atau bahkan mengubahnya. Selain itu orang tersebut bisa melakukan kontak dengan teman-teman dalam contact list Anda dengan pesan-pesan yang tidak Anda inginkan. Untuk itu selalu ingatlah untuk melakukan disconnect atau sign-out dari program-program chatting tersebut jika Anda sudah selesai menggunakannya.
Internet Banking
Penulis sangat tidak menganjurkan Anda melakukan aktivitas internet banking (misalnya Klik BCA, BII Internet Banking dan lain-lain) dari warnet karena resikonya sangat tinggi. Ingat bahwa warnet adalah tempat umum dan ada banyak sekali kemungkinan kejahatan. Ambil contoh misalnya setiap PC warnet bisa jadi telah dipasangi program key logger (oleh orang yang tidak bertanggung jawab) yang bisa menyadap semua ketikan Anda pada keyboard. Selain itu ada juga kemungkinan data sniffing, dimana orang pada komputer lain dalam warnet yang Anda pakai sedang melihat semua traffic data yang berasal dari komputer Anda. Untuk itu sekali lagi penulis sangat tidak menganjurkan Anda untuk melakukan aktivitas internet banking melalui warnet.
Browsing
Akses internet menggunakan web browser juga banyak sekali dilakukan oleh pengguna internet. Penulis hanya menyarankan agar Anda berhati-hati jika melakukan transaksi e-commerce melalui warnet apalagi jika ada data-data kartu kredit Anda. Kemungkinan-kemungkinan negatif seperti yang sudah dijelaskan di atas selalu ada. Jangan pernah mencoba berbelanja pada situs-situs yang tidak memiliki kredibilitas atau belum pernah Anda kenal sebelumnya.
Virus
Waspada terhadap kemungkinan virus yang menyerang ke dalam disket Anda (jika Anda memasukkan disket ke dalam drive PC warnet). Biarpun di PC tersebut terdapat anti virus tetap saja ada kemungkinan virus, lebih-lebih lagi jika ternyata virus definition pada anti virus tersebut tidak pernah di update menjadi yang terbaru. Solusinya adalah mintalah petugas warnet untuk memastikan bahwa data yang Anda transfer ke dalam disket Anda aman dari virus.
Umum
Jangan pernah meninggalkan dokumen-dokumen penting Anda dalam hardisk warnet. Jangan pernah mau menerima file executable (.exe) dari teman chatting Anda atau sembarangan meng-klik program-program pada PC warnet. Ini untuk meminimalkan kemungkinan Anda terserang trojan dan virus. Trojan adalah suatu program kecil yang apabila berjalan pada PC akan memiliki beberapa fungsi jahat diantaranya memonitor ketikan Anda pada keyboard dan dikirimkan ke suatu alamat e-mail yang tentu saja semua aktivitas ini tanpa sepengetahuan Anda.
Penutup
Demikian beberapa tips sederhana agar Anda bisa melakukan akses internet dengan lebih aman lagi di warnet. Sebenarnya masih banyak lagi celah-celah keamanan lainnya yang terkadang memanfaatkan ketidaktahuan kita terhadap komputer. Saran penulis adalah selalu ikuti perkembangan seputar keamanan di internet terutama cara-cara berinternet yang aman pada tempat publik seperti warnet.
Diposting oleh darmawan di 12.27 0 komentar
Format Ulang Hardisk dan Menginstal OS
Masalah yang bersifat fatal dan parah bisa saja terjadi kapan dan di mana saja tidak memandang merk dan harga komputer pc / laptop anda. Terkadang komputer tidak bisa masuk ke windows akibat banyak hal seperti terkena virus, file booting hilang, bad sector, komputer lambat, komputer sering hang, salah seting dan berbagai masalah lainnya.
Jika berbagai cara sudah anda lakukan dan belum mendapatkan hasil yang memuaskan maka jalan pintas / singkat yang paling baik adalah dengan cara format ulang harddisk / hard drive yang ada di koputer pc / laptop anda. Pada tips ini akan diberikan beberapa langkah mudah yang dapat anda lakukan sendiri tetapi tidak secara mendetail. Bila anda butuh bimbingan anda bisa menanyakan di forum situs organisasi.org ini. Mudah-mudahan saya atau kawan lain dapat membantu anda.
A. Langkah dan Tahap Format Ulang Hard Disk
1. Back up / bekap file penting anda yang ada pada hardisk karena dengan format akan menghapus semua file yang ada di hard disk anda. Jika anda punya cd-rw drive atau dvd-rw drive anda bisa membakar file anda ke dalam cd atau dvd. Cara lain backup adalah dengan flash disk, disket floppy, disket zip, pindah file ke jaringan network lan atau internet pada komputer atau server lain dan lain-lain.
2. Setelah backup selanjutnya adalah membuat windows boot disk / rescue disk pada disket floppy 1.4 MB. Disket ini bertujuan untuk booting langsung ke disket tidak melalui harddisk anda. Istilahnya anda akan menggunakan os microsoft dos yang ada pada disket yang anda buat.
3. Ganti Setting Bios
Saat komputer dinyalakan anda harus langsung masuk ke tampilan bios untuk setting pilihan urutan boot. Caranya ketika komputer baru dinyalakan anda menekan dan menahan tombol delete sampai bios muncul di layar monitor komputer anda. Ganti urutan booting dengan urutan pertama floppy disk.
4. Format Hard Disk
Setelah bios diganti serta disave anda masukkan disket kemudian restart komputer anda. Nanti komputer anda akan otomatis boot dari disket tersebut dan pilih boot without cd-rom supaya proses booting bisa lebih cepat. Setelah masuk ke command prompt a:\ ketik format c: lalu tekan enter. Disesuaikan dengan jumlah partisi anda yang ada. Jika anda punya partisi 3 buah maka tambah perintah format d: dan format e:. Tips dan cara mempartisi hard disk mungkin bisa anda cari di kotak search di sebelah kiri halaman artikel ini. Jika format telah selsesai beri nama drive tersebut sesuai selera anda. Jika semua beres dan berjalan lancar maka proses format ulang telah selesai. Kini harddisk anda menjadi seperti baru kembali.
B. Langkah dan Tahap Install Ulang OS Windows dan Linux
1. Install Windows 98 / 2000 / ME / XP / Vista / Linux
Langkah pertama dalam mengistall ulang operating system pada komputer pc atau laptop anda adalah booting ulang ke disket anda dan pilih support cd-rom device. Setelah keluar command prompt lalu anda masukkan cd instalasi os anda sesuai selera anda. Kemudian cari drive cd-rom atau dvd-rom anda dengan mengetik d: atau e: dan lain sebagainya sesuai lokasi drive cd atau dvd rom anda. Setelah ketemu anda kemudian cari file setup.exe dengan perintah cdnama folfer untuk masuk ke dalam folder. Perintah cd.. untuk mundur satu folder level. perintah dir atau dir/w atau dir/p untuk melihat list file yang ada pada folder tersebut. Kalau sudah ketemu maka jalankan setup.exe atau install.exe dengan mengetik nama file tersebut lalu tekan tombol enter satu kali saja. Langkah berikutnya anda tinggal mengikuti perintah yang ada pada installasi cd atau dvd os.
2. Setting Settingan Boot pada Bios
Setelah install ulang windows atau linux selesai, maka keluarkan disket flopyy 1,4 anda dan masuk kembali ke menu bios setelah restart ulang. Pilih IDE-0 sebagai first boot. Floppy bisa anda seting menjadi boot kedua dan cd-rom menjadi boot ketiga. Anda bebas menentukannya sesuai dengan keinginan anda. Sehabis itu direstart ulang kembali.
3. Install Driver dan Software
Jika sudah berhasil masuk ke tampilan windows atau linux awal, selanjutnya anda nginstall driver untuk sound card, printer, scanner, kabel data, dan sebagainya sesuai hardware yang ada. Anda harus mencari dan memiliki sendiri driver tersebut. Setiap jenis komputer memiliki driver yang berbeda. Biasanya anda akan diberi cd driver saat anda membeli komputer atau hardware lainnya. Tanpa driver maka peralatan yang terhubung pada komputer laptop atau pc tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Selamat mencoba dan semoga berhasil
Diposting oleh darmawan di 12.24 0 komentar
Mencegah Virus dengan Mematikan Autorun
Ada kalanya virus telah masuk ke dalam Flashdisk, dan akan menyebar melalui Autorun pada saat Flashdisk ditancapkan melalui komputer Anda.
Untuk itu ada baiknya kita menon aktifkan fungsi autorun pada komputer kita.
Untuk Disable Autorun/Autoplay dapat menggunakan beberapa cara diantaranya :
(jalankan hanya salah satu)
1. Disable Autorun/Autoplay melalui registry, caranya:
- Buka Registry Editor
- Klik menu [Start | Run | pada dialog box RUN ketik regedit]
- Browse ke alamat registry berikut
:
HKEY_CURRENT_USERSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesExplorer
HKEY_USERS.DEFAULTSoftwareMicrosoftWindowsCurrentVersionPoliciesExplorer
- Kemudian klik kanan pada string
NoDriveTypeAutoRun
- Alamat registry yang harus diubah agar autorun tidak aktif
- Isi value data dengan ff yang berarti fungsi Aturun/Autoply akan di matikan pada 255 drive
- Merubah value NoDriveTypeAutorun
- Klik Tombol [OK]
- Keluar dari “Registry Editor”
- Restart komputer agar perubahan ini berjalan
2. Disable Autorun/Autoplay melalui Group Policy [GPEDIT.MCS], caranya:
- Klik menu [Start]
- Klik [Run]
- Ketik GPEDIT.MSC pada kolom “RUN”
- Setelah muncul layar “Group Policy” klik folder “System” pada menu “User Configuration” dan “Computer Configuration”
- Pada kolom Settings, klik dua kali “Turn off Autoplay”
Interface Group Policy “User Configuration”
Interface Group Policy “Computer Configuration”
- Setelah muncul layar “Turn off Autoplay” properties, klik
tabulasi [Settings] dan pilih opsi “Enable” pada menu “Turn off
Autoplay” kemudian Pilih “All Drive” pada kolom “Turn off Autoplay on”
o Kemudian klik tombol “OK”
o Klik “Close” untuk keluar dari layar “Group Policy”
o Restart komputer
Semoga langkah - langkah diatas berguna bagi kita semua, terimaka
Diposting oleh darmawan di 12.23 0 komentar
Safe Mode dan fungsinya
Safe mode
Dengan masuk dalam safe mode, Anda bayak memperbaiki komputer Anda yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat booting dengan benar dapat diperbaiki dalam safe mode.
“Lakukan dalam safe mode” kata-kata ini kerap muncul pada saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam safe mode virus akan kehilangan kekebalannya. Apa benar demikian?
Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat efektif membasmi virus.
Lebih dari itu safe mode ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lag. Tidak hanya berkaitan dengan virus dan kawan-kawannya saja. Dalm safe mode, Anda dapat melakukan banyak perbaikan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.
Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh, Anda dapat menghemat biaya perbaikan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.
Masuk dalam safe mode bukankah langkah yang sulit. Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk modul safe mode. Yang pertama Sade Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda ingin dapat terhubung kejaringan tempat komputer terhubung atau ingin menggunakan koneksi internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan pertama. Bila akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin mengunakan Safe Mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilihlah saja Safe Mode.
Jika Anda ingin menggunakan Windows XP Pro, maka dapat memilih login yang digunakan asalkan memiliki izin agai admin. Sedangkan, para pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan password yang dikosongkan. Sehingga hanya seseorang yang mengetahui password administrator utama saja yang dapat masuk dalam Safe Mode Windows XP Home.
Ketika akan masuk dalam Safe Mode, Anda akan ditanyakan apakah Anda yakin atau tidak. Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak lebihbaik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan berbahaya masuk dalam safe mode. Masuk dalam safe mode sama saja dengan login sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating system, perangkat keras, dan aktifnya aplikasi (perangkat lunak).
Menghilangkan Virus dalam Safe Mode
Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus dan kawan-kawannya sering manjadi agenda utama seseorang masuk dalam Safe Mode. Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus dan modul biasa. Bagaimana dalam Safe Mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi virus ternama pada modul Safe Mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada Safe Mode memang cendrung lebih lama.
Selain virus yang sulit dibasmi, dalam Safe Mode Anad juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program anti spyware dan anti adware, seperti halnya men-scan dengan anti virus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang layaknya virus.
Mengapa dengan Safe Mode bisa,sedangkan tanpa Safe Mode tidak? Karena pada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif, maka ia akan trus menginstal dirinya setiap kali dihapus atau di-uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam Safe Mode semua aplikasi ini tertidur , sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi penggangu umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.
Mengakses System Restore
System restore adalah salah satu fitur yang efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan dimana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang tidak kompatibel dengan Windows XP. Dengan system restore, Anda dapat dengan mudah mengembalikan kondisi komputer kembali ke waktu dimana perangkat tersebut di install.
System restore dapat diakses melalui system tools, dalam modul normal. Namun adakalanya dimana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah mengakses system restore dari modul Safe Mode.
Bahkan setiap kali akan memasuki Safe Mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer Anda apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya kan menjalankan system restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki safe mode pilih saja No.
Kemudian Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak ada yang berbeda, baik dalam Safe Mode maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai Safe Mode, bagaimana mengaturnya.
Memperbaiki Komputer Rusak
Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ke tempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat anda pergunakan untuk memperbaki beberapa kerusakan komputer dengan safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerukan apa yang dialami komput Anda.
Cara mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan terjadi. Jika komputer gagal menjalani proses booting, pada saat sedang loading Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan dat6ing dari driver atau hardware yang tidak cocok.
Sedangkan bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses star up, maka yang terjadi biang keladinya adalah aplikasi yang aktif pada saat star up. Baik karena proses instaliasi yang tidak sempuna, karena kompliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada. Semuanya bisa saja menjadi penyebab.
Kerusakan Software
Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, diantaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat system mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.
Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum akhirnya diselesaikan dengan safe mode.
Yang pertma adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk ke dalam Safe Mode. Namun jika keduanya tidak berhasil atau tiap kali melakukannya komputer selalu melakukan crash, karena konflik yang terjadi antara software dan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah menggunakan Safe Mode. Langkah menggunakan Safe Mode juga akan dengan sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam antar muka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulkan oleh aplikasi yang aktif pada saat startup.
Langkah awal adalah masuk dalam Safe Mode. Kemudian lakukan proses uninstall dari Safe Mode. Cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system mengalami konflik sangat minim.
Jika tidak mengetahui program apa saja pada saat start up, maka Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi) atau dengan menggunakan perintah 'msconfig'. Caranya tekan start kemudian klik run dan tulis msconfig, kemudian tekan Ok.
Setelah itu buka halaman start up. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkann dan mana yang tidak. Lalu jalankan kembali ke Windows dalam modul biasa.
Namun jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik berikut :
Jalankan 'msconfig' dalam safe mode lalu pilih bagian start up. Dan langsung tekan tombol Disable all. Tekan tombol apply lalu booting komputer Anda dalam modul biasa.
Kemudian dalam modul biasa, jalankan kembali msconfig dan buka kembali bagian start up.
Setelah itu, pilih salah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali mengaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer Anda.
Lakukan terus sampai Anda mengalami crash atau biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang menjadi gara-gara.
Bila sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau menguninstall secara langsung aplikasi dalam Safe Mode.
Kerusakan Hardware
Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun kadang untuk menjalankan rol back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemunkian system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam Safe Mode.
Proses roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang bermasalah.
Umumnya permasalahan driver bila tidak karena salah drivernya, maka kesalahan lain adalah sriver yang rusak tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memilki sertifikasi Windows XP. Cara mengetahui driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP adalah dengan menjalankan perintah 'sigverif'.
Namun bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anada jalankan 'sigserif' tersebut dalam modul Safe Mode. Lalu setelah Anda mengetahui driver mana saja yang bukan bersetifikasi Windows cut dan paste file tersebut dari :C\windows\system32\driver\ ke dalam folder yang Anda buat sendiri (misalnya diberikan nama back up).
Kemudian kembalikan (dengan cut dan paste) satu persatu ke dalam driver kedalam folder :C\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-roboot komputer dalam modul biasa-pada setiap satu file dipindahkan-sambil Anda mengalami masalah atau sampai kmputer tidak mau me-reboot tau crash. Dengan begitu, Anda akan mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste driver tersebut kembali ke folder yang Anada buat sebelumnya. Lalu cari penggantinya yang lebih baik. Bila sudah dapat di install kembali drivernya.
Namun, jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan rool back driver atau meng-update drivernya. Dalam mengakses menu driver VGA dalam Safe Mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan Safe Mode, klik kanan pada dekstop, lalu pilih properties. Kemudian itu pilih halaman setting, tekan tombol Advance di bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.
Bila ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau membuat menolak booting, maka Anda harus men-Disable-kan terlebih dahulu perangkat tersebut dalam modul Safe Mode. Kemudian cari driver yang benar kemudian install driver tersebut dalam modul normal. Setelah terinstall dengan benar, barulah enable-kan kembali perangkat Anda dalam modul normal juga.
Tidak jarang juga berkaian dengan VGA adlah niladi refresh rate yang tidak sesuai dengan kemampuan monitor, sehingga kadang monitor tidak mau menampilkan antarmuka operting system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8 (seperti akan masuk dalam Safe Mode) namun jangan plih safe mode, melainkan pilih Enable VGA Mode. Dengan begini komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standard yaitu resolusi 640x480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control Panel, Display, Settings, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol 'list all modes'. Cobalah opsi yang Anda inginkann, bila tidak ada keganjilan, berati cocok. Jika sudah cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.
Banyak bukan yang dapat Anda lakukan dengan Safe Mode? Tidak perl lagi terburu-buru ke tukang service. Lain kali cobalah dulu perbaiki sendiri.
Diposting oleh darmawan di 12.20 0 komentar
Rabu, 16 Januari 2008
Company Profile
PROFILE
Dunia usaha diera globalisasi ini dituntut untuk lebih responsif, inovatif dan efisien. Untuk pasar dalam negeri pesaing tidak hanya berasal dari perusahaan lokal atau nasional saja, tetapi juga perusahaan asing atau multinasional. Dipacu oleh kemajuan dibidang teknologi informasi khususnya Internet yang berkembang pesat dan memiliki jangkauan global, tatanan ekonomi dan bisnis mengalami transformasi dari era industri ke era informasi dan hal ini menyebabkan persaingan bisnis menjadi semakin ketat.
Untuk tetap dapat bertahan dan memiliki daya saing, cara yang paling tepat adalah mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi kedalam kegiatan operasi perusahaan. Namun kendala yang dimiliki oleh perusahaan lokal di Indonesia, terutama skala kecil dan menengah pada umumnya adalah kurangnya pengetahuaan dan keahlian dalam memilih dan menerapkan teknologi informasi yang dibutuhkan bagi usahanya secara efektif dan efisien. Sehingga tidak sedikit perusahaan yang merasa bahwa manfaat yang diperoleh tidak sebanding dengan investasi yang sudah dikeluarkan untuk menerapkan teknologi informasi dalam proses operasinya.
Penerapan teknologi informasi memerlukan suatu perencanaan yang sistematis dan harus mengacu kepada visi dan misi perusahaan. Dengan demikian investasi yang dibelanjakan untuk membeli perangkat keras, perangkat lunak dan sarana penunjangnya dapat sesuai dengan kebutuhan.
Mengantisipasi kebutuhan perusahaan yang ingin memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, maka TRIMANDIRI TEKNOLOGI atau sering disebut Bengkel Computer hadir menjadi penyedia dan pemberi jasa dalam memenuhi kebutuhan tersebut.TRIMANDIRI TEKNOLOGI yang didirikan oleh tenaga ahli dan praktisi berpengalaman lebih dari enam tahun dibidang teknologi informasi mempunyai misi yaitu membantu perusahaan skala kecil dan menengah dalam menerapkan teknologi informasi mulai dari perencanaan, perancangan dan rekayasa, serta pemilihan sistem dan implementasi. Dengan demikian perusahaan tersebut dapat memberikan nilai tambah kepada pelanggannya, sehingga eksistensinya dapat dipertahankan dan terus berkembang ditengah persaingan bisnis ini.
Dengan kerangka strategi mengacu pada proses bisnis, informasi dan infrastruktur yang dibutuhkan oleh dunia usaha, produk-produk yang ditawarkanTRIMANDIRI TEKNOLOGI baik yang dikembangkan secara mandiri maupun produk keagenan dapat dijamin memiliki mutu yang tinggi, serta sederhana dalam instalasi dan pengoperasiannya. Sehingga produk dan jasaTRIMANDIRI TEKNOLOGI sangat sesuai dengan kebutuhan perusahaan, baik skala kecil maupun menengah yang pada umumnya tidak memiliki tenaga ahli dibidang teknologi informasi dan komputer dengan kemampuan memadai untuk memberikan dukungan teknis, jika terjadi permasalahan dalam pengoperasian sistem otomasinya.
Diposting oleh darmawan di 15.02 0 komentar
